Jumat, 15 April 2011

Tiga Budaya Asli Indonesia yang Diakui UNESCO







JAKARTA - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) kemarin menyerahkan sertifikat untuk karya seni budaya Indonesia, yakni wayang, keris, dan batik.

Penyerahan dilakukan oleh Mentri Luar Nergri Marty Natalegawa kepada Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di kantor Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

Pada kesempatan itu, hadir juga Mentri Perdagangan Mari Elka Pangestu serta Mentri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Agung Laksono menyambut positif yang dicapai oleh Indonesia. "Sekarang batik, keris, dan wayang menjadi warisan budaya dunia." kata Agung.


Agung meminta masyarakat tidak hanya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa, tapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Dia menargetkan tiga mata budaya bisa dinominasikan setiap tahun dari sebelumnya hanya satu mata budaya.

Salah satu mata budaya yang dijadikan prioritas pada 2010 adalah angklung. Nominasi angklung sudah dikirim ke UNESCO pada 2009. Mei mendatang UNESCO akan melakukan penilaian terhadap angklung. Diharapkan, pada September atau Oktober 2010, angklung bisa masuk daftar representatif.

Berikutnya, pemerintah akan memprioritaskan budaya yang berasal dari ujung barat dan timur Indonesia. Salah satunya tari Saman dari Nanggore Aceh Darussalam.

Batik secara khusus mengandung nilai ekonomi yang tinggi. "Setidaknya batik menyumbang 2-3% produk domestik bruto." ujar Mari Elka Pangestu. Dia juga meminta agar kegiatan ekonomi kreatif sehubungan dengan batik terus dikembangkan. "Batik tidak hanya berkembang sebagai baju resmi, namun juga sebagai fashion kotemporer."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar