Jumat, 15 April 2011

Rencana Rahasia untuk Memberangus Internet pada Tahun 2012 Terungkap?

(Sumber: www.prisonplanet.com)


Beberapa kalangan mempertanyakan apakah laporan tentang pengenalan sistem pay-per-view (bayar per tayangan) yang beredar itu merupakan lelucon, namun kenyataannya pergerakan lebih luas untuk meregulasi web telah terdokumentasi.


Menurut bocoran sebuah laporan, ISP-ISP telah memutuskan untuk membatasi internet menjadi model langganan seperti TV di mana para pemakai dipaksa membayar untuk mengunjungi website-website korporat tertentu pada tahun 2012, sementara website lain akan diblokir. Meski beberapa orang menganggap cerita tersebut sebagai lelucon, rencana yang lebih luas untuk memberangus internet tradisional dan menggantinya dengan Internet 2 yang teregulasi dan terkendali adalah sesuatu yang dapat dibuktikan secara nyata.


“Para pegawai Bell Canada dan TELUS (dulu dimiliki Verizon) secara resmi menegaskan bahwa pada tahun 2012, ISP-ISP di seluruh dunia akan mengurangi akses internet menjadi model langganan seperti TV, yang hanya menawarkan akses ke sejumlah kecil situs komersial dan diperlukan biaya tambahan untuk setiap situs lain yang Anda kunjungi. Situs-situs ‘lain’ ini dengan demikian akan kehilangan ekspos dan pada akhirnya tutup, hasilnya adalah akhir internet,” bunyi sebuah laporan yang menyebar luas—layaknya kebakaran hutan—di internet beberapa hari terakhir.


Artikel tersebut, yang disertai dengan klip Youtube, menyatakan bahwa penulis Majalah Time, “Dylan Pattyn”, telah mengkonfirmasi informasi ini dan akan merilis sebuah cerita, dan juga bahwa gerakan untuk benar-benar menutup web akan dimulai secepatnya pada 2010.


Masyarakat telah mempertanyakan kebenaran laporan itu karena klaim-klaimnya tidak didukung oleh sumber lain, hanya “harapan” bahwa Majalah Time akan menyusun laporan untuk mengkonfirmasi rumor itu. Sebelum laporan tersebut muncul, orang-orang telah menilai atau menganggap cerita tadi sebagai sebuah lelucon.


Yang didokumentasikan, sebagaimana digarisbawahi oleh laporan tadi, adalah fakta bahwa wireless web package milik TELUS hanya membolehkan akses pay-per-view terbatas ke website berita atau korporat tertentu. Ini adalah model dasar internet pasca 2012.


Masyarakat mencatat bahwa para penyusun video tersebut sepertinya lebih tertarik mengajak pengunjung berlangganan Youtube-nya daripada berjuang untuk kebebasan internet, karena mereka dengan jelas mengikutsertakan penampilan seorang wanita cantik yang tidak malu memperlihatkan belahan pakaiannya. Mayoritas video Youtube lainnya yang ber-account sama diisi dengan klip satir aneh atas nama orang-orang yang sama yang terdapat dalam klip kebebasan internet. Hal ini mendorong banyak orang untuk curiga bahwa cerita internet itu hanya tipuan belaka untuk menarik perhatian masyarakat kepada kelompok tersebut.


Apakah laporan itu benar atau lelucon belaka, sesungguhnya terdapat agenda sangat nyata untuk membatasi, meregulasi, atau memberangus kebebasan pemakaian internet, dan kami telah mendokumentasikan perkembangannya selama bertahun-tahun.


Langkah pertama telah diambil, yaitu penarikan biaya untuk setiap pengiriman email. Dengan dalih menyingkirkan spam, Bill Gates dan pimpinan industri lainnya telah mengusulkan agar para pengguna internet membeli credit stamp (tanda kredit) yang menunjukkan berapa banyak email yang bisa dikirim pengguna. Ini tentu saja merupakan lonceng kematian untuk milis-milis dan newsletter politik.


New York Times melaporkan bahwa “America Online dan Yahoo, dua dari penyedia account email terbesar di dunia, akan mulai menggunakan sebuah sistem yang memberi perlakuan istimewa pada pesan-pesan dari perusahaan yang membayar ¼ sen sampai satu sen untuk menyampaikannya. Para pengirim harus berjanji untuk hanya mengontak orang-orang yang telah setuju menerima pesan mereka, atau mereka mendapat resiko diblokir sepenuhnya.”


Gelombang pertama akan berupaya menetapkan harga kepada pengguna internet konvensional dan kemudian memaksa mereka beralih ke Internet 2, suatu hub (pusat) teregulasi di mana untuk membangun sebuah website diperlukan izin langsung dari FCC atau kantor pemerintah.


Internet asli selanjutnya akan diubah menjadi database pengawasan massal dan perangkat marketing. Majalah Nation pada tahun 2006 melaporkan bahwa, “Verizon, Comcast, Bell South, dan raksasa komunikasi lainnya, sedang mengembangkan strategi-strategi yang bisa menelusuri dan menyimpan informasi mengenai setiap gerakan kita di dunia cyber dalam sebuah koleksi data besar dan sistem marketing, suatu jangkauan yang dapat menandingi National Security Agency. Menurut buku putih yang kini beredar di industri telekomunikasi, telepon, dan kabel, orang-orang berkantung tebal—korporasi, kelompok kepentingan, dan pengiklan besar—akan memperoleh perlakuan istimewa. Konten dari provider-provider ini akan memprioritaskan pada layar komputer dan televisi kita, sedangkan informasi yang dianggap tidak menyenangkan, seperti komunikasi peer-to-peer, akan dipindahkan ke jalur lambat atau bahkan diblokir.”


Selama beberapa tahun terakhir, nyanyian propaganda yang ingin memberangus internet dan kemudian membawanya ke jalur kontrol ketat telah mengalir dari sejumlah organ kekuasaan.


    * Majalah Time setahun lalu melaporkan bahwa sejumlah peneliti yang dibiayai oleh pemerintah federal ingin menutup internet dan memulainya dari awal, dengan menyebut fakta bahwa pada saat itu terdapat beberapa loophole (lubang lari) dalam sistem internet di mana para pemakai tidak dapat ditelusuri atau dilacak sepanjang waktu. Proyek-proyek tersebut menggemakan gerakan-gerakan yang telah kami laporkan sebelumnya yang hendak mengawasi ketat kebebasan internet dan bahkan merancang bentuk internet baru yang dikenal sebagai Internet 2.

    * Dalam pertunjukan bipartisan (dua partai politik-penj), belakangan ini terdapat tuntutan dari Demokrat dan Republik untuk mengintai semua warga AS melalui ISP yang dimandatkan.

    * Strategi Gedung Putih dalam “memenangkan perang melawan teror” yang baru-baru ini dideklasifikasi (dibuka ke publik-penj) membidik teori-teori konspirasi di internet sebagai daerah perekrutan teroris dan Gedung Putih mengancam “mengurangi pengaruh tersebut”.

    * Pentagon baru-baru ini mengumumkan usahanya menginfiltrasi internet dan mempropagandakan perang melawan teror.

    * Dalam sebuah pidato Oktober lalu, direktur Homeland Security, Michael Chertoff, mengidentifikasi web sebagai “kamp pelatihan teror”, yang dengannya “orang-orang tidak puas yang tinggal di AS” sedang mengembangkan “ideologi radikal dan potensi ketrampilan jahat”. Ia mengajukan solusi, “pusat gabungan intelijen” yang dibantu oleh personel Homeland Security yang akan beroperasi tahun depan.

    * Pemerintah AS ingin memaksa para blogger dan aktivis akar rumput di internet untuk mendaftarkan dan secara rutin melaporkan aktivitas mereka ke Kongres. Tuduhan kriminal meliputi penahanan bersyarat hingga satu tahun dapat menjadi hukuman atas ketidakpatuhan.

    * Kasus hukum menonjol atas nama Asosiasi Industri Rekaman Amerika dan organisasi perdagangan global lainnya yang berupaya mengkriminalkan semua file sharing di internet yang melanggar hak cipta, dan kemudian sepenuhnya menutup www bersangkutan – dan argumen mereka didukung oleh pemerintah AS.

    * Putusan hukum menonjol di Sydney melangkah lebih jauh dalam memasang pintu jebakan untuk menghancurkan internet dan mengakhiri blog dan website berita alternatif, dengan menetapkan bahwa link menuju website lain merupakan pelanggaran hak cipta dan pembajakan.

    * Uni Eropa, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris potensial dan mantan Stalinis, John Reid, juga telah bersumpah untuk menghabisi “teroris” yang menggunakan internet sebagai media propaganda.

    * Rancangan undang-undang penyimpanan data Uni Eropa, yang disahkan tahun lalu setelah menimbulkan banyak kontroversi dan penangguhan implementasi selama akhir 2007, mewajibkan operator telepon dan provider internet untuk menyimpan informasi tentang siapa menghubungi siapa dan siapa meng-email siapa selama sedikitnya enam bulan. Dengan undang-undang ini, para penyelidik di semua negara Uni Eropa, dan bahkan, yang paling aneh, di AS, dapat mengakses data warga Uni Eropa berupa panggilan telepon, pesan SMS, email, dan layanan instant messaging.

    * Uni Eropa juga telah mengusulkan undang-undang yang dapat mencegah pengguna meng-upload semua bentuk video tanpa lisensi.

    * Menurut majalah New Scientist, pemerintah AS juga sedang mendanai riset mengenai situs jejaring sosial dan bagaimana mengumpulkan dan menyimpan data pribadi yang dipublikasikan dalam situs-situs tersebut. “Pada waktu yang sama, para pembuat undang-undang AS sedang berusaha memaksa situs jejaring sosial itu sendiri untuk mengontrol jumlah dan jenis informasi yang bisa diletakkan dalam situsnya oleh para pengguna, terutama anak-anak.”


Perkembangan bentuk baru internet dengan regulasi baru juga dirancang untuk menciptakan sebuah sistem kasta online di mana hub internet yang lama akan dibiarkan kalah dan mati, sehingga memaksa masyarakat menggunakan www baru yang berpajak, disensor, dan diregulasi.


Jangan salah, internet, salah satu pionir terbesar—yang pernah dibuat—dalam kebebasan berbicara, sedang diserang oleh orang-orang berkuasa yang tidak bisa beroperasi dalam suatu masyarakat di mana informasi mengalir secara bebas dan tak terbatas. Gerakan-gerakan Amerika dan Eropa menirukan cerita yang setiap minggu kita dengar dari negara Komunis China, di mana internet diregulasi secara ketat dan eksis sebagai entitasnya sendiri jauh (terlepas) dari web luar.


Internet adalah teman terbaik bagi kebebasan dan menjadi kutukan bagi penggila pengawasan. Pembasmian internet merupakan salah satu tujuan jangka pendek dari orang-orang yang berupaya mensentralisasi kekuasaan dan menundukkan penduduknya di bawah tirani dengan mengeliminasi hak memprotes dan hak mendidik orang lain melalui forum www yang bebas.

SUMBER UNIK.US

Tidak ada komentar:

Posting Komentar